<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Chosyi Muhammad</title>
	<atom:link href="http://chosyi.edublogs.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://chosyi.edublogs.org</link>
	<description>Blog untuk berbagi...</description>
	<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 10:23:39 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Temu Alumni FTI Unissula Semarang</title>
		<link>http://chosyi.edublogs.org/2008/06/03/temu-alumni-fti-unissula-semarang/</link>
		<comments>http://chosyi.edublogs.org/2008/06/03/temu-alumni-fti-unissula-semarang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 04:30:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Khosyi'in</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Elektro]]></category>

		<category><![CDATA[Unissula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chosyi.edublogs.org/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[
Bertempat di Aula FTI Unissula Semarang, tanggal 31 Mei 2008 kemarin, alumni Fakultas Teknologi Industri Unissula yang terdiri dari jurusan teknik Elektro, teknik Industri, Komputer dan informatika berkumpul dan bersilaturrahim.. agenda utamanya adalah untuk membentuk kepengurusan yang baru.. acara yang telah dipersiapkan oleh Pak Hud Munawar dan Pak bustanul ini berlangsung cukup sukses.. ada doorproze, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img class="aligncenter" style="vertical-align: text-top" src="http://chosyi.edublogs.org/files/2008/06/alumni_11.jpg" alt="" width="237" height="176" /></p>
<p>Bertempat di Aula FTI Unissula Semarang, tanggal 31 Mei 2008 kemarin, alumni Fakultas Teknologi Industri Unissula yang terdiri dari jurusan teknik Elektro, teknik Industri, Komputer dan informatika berkumpul dan bersilaturrahim.. agenda utamanya adalah untuk membentuk kepengurusan yang baru.. acara yang telah dipersiapkan oleh Pak Hud Munawar dan Pak bustanul ini berlangsung cukup sukses.. ada doorproze, surprise dan dihadiri puluhan alumni, sayangnya angkatanku cuma daku alone aja&#8230; dan yang emang sudah diduga&#8230; Mr Boetanul Arifin secara mufakat dan penuh semangat terpilih kembali.. selamat ya mr bust&#8230; yang membuatku terharu adalah ditampilkannya slide photo2 kita dulu&#8230; lucu dan mengharukan&#8230; he&#8230; he&#8230;</p>
<br />Authored by <a href="http://chosyi.edublogs.org">Muhammad Khosyi'in</a>. Hosted by <a href="http://edublogs.org">Edublogs</a>.<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fchosyi.edublogs.org%2F2008%2F06%2F03%2Ftemu-alumni-fti-unissula-semarang%2F';
  addthis_title  = 'Temu+Alumni+FTI+Unissula+Semarang';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chosyi.edublogs.org/2008/06/03/temu-alumni-fti-unissula-semarang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Festival Game dan Animasi 2008 Putaran I</title>
		<link>http://chosyi.edublogs.org/2008/03/05/festival-game-dan-animasi-2008-putaran-i/</link>
		<comments>http://chosyi.edublogs.org/2008/03/05/festival-game-dan-animasi-2008-putaran-i/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 10:50:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Khosyi'in</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Elektro]]></category>

		<category><![CDATA[Game Tech]]></category>

		<category><![CDATA[Unissula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chosyi.edublogs.org/2008/03/05/festival-game-dan-animasi-2008-putaran-i/</guid>
		<description><![CDATA[
Yang tersisa dari JOGJA
 
Berawal dari 2 orang yang didelegasikan untuk bertanding di Festival Game dan Animasi Putaran 1 Jogjakarta akhirnya duo Machmud dan Jun berhasil menginspirasi Surya untuk ikut bergabung menuju kota GUDEG.. awal cerita ini tidak berakhir disini… tak lama setelah muncul telepon sakti, terdengar kesibukan SMS dan telepon dari common computing ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">
<p align="justify"><strong>Yang tersisa dari JOGJA</strong></p>
<p align="left"> <a href="http://chosyi.edublogs.org/files/2008/03/logo.jpg" title="Taut langsung ke berkas"><img src="http://chosyi.edublogs.org/files/2008/03/logo.thumbnail.jpg" alt="Logo" height="108" width="171" /></a></p>
<p align="justify">Berawal dari 2 orang yang didelegasikan untuk bertanding di Festival Game dan Animasi Putaran 1 Jogjakarta akhirnya duo Machmud dan Jun berhasil menginspirasi Surya untuk ikut bergabung menuju kota GUDEG.. awal cerita ini tidak berakhir disini… tak lama setelah muncul telepon sakti, terdengar kesibukan SMS dan telepon dari common computing ke beberapa teman yang masih tersisa di Surabaya… Dengan jurus jari jempol pada HP ini akhirnya terbentuklah “The Gudheg Team”</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Dengan Dana yang ada dan Subsidi dari Pemerintah B 201, team ini berangkat pada Jum’at malam sabtu jam 10.00 dengan dua Kijang yang dicarter oleh Bos Bambang..</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Team berhasil sampai di Jogja Sabtu pagi jam 07.00 WIB dan check in di Asrama Poliseni Jogja…</p>
<p align="justify">Selengkapnya bisa baca  <a href="void(0)" title="Laporan Festival Game dan Animasi"> 			Laporan Festival Game dan Animasi</a></p>
<br />Authored by <a href="http://chosyi.edublogs.org">Muhammad Khosyi'in</a>. Hosted by <a href="http://edublogs.org">Edublogs</a>.<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fchosyi.edublogs.org%2F2008%2F03%2F05%2Ffestival-game-dan-animasi-2008-putaran-i%2F';
  addthis_title  = 'Festival+Game+dan+Animasi+2008+Putaran+I';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chosyi.edublogs.org/2008/03/05/festival-game-dan-animasi-2008-putaran-i/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Terima kasih</title>
		<link>http://chosyi.edublogs.org/2008/01/03/terima-kasih/</link>
		<comments>http://chosyi.edublogs.org/2008/01/03/terima-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 04:48:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Khosyi'in</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<category><![CDATA[Elektro]]></category>

		<category><![CDATA[Game Tech]]></category>

		<category><![CDATA[Unissula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chosyi.edublogs.org/2008/01/03/terima-kasih/</guid>
		<description><![CDATA[Subkhanallah&#8230;. Atas Rahmat Allah SWT dan do&#8217;a restu temen-temen semua, akhirnya Pernikahanku dengan Dian Ratri Kusumaningrum dapat terlaksana dengan lancar&#8230; saya sangat berterima kasih atas kedatangan dan do&#8217;a restu semua rekan-rekan semua.. terima kasih juga untuk comment dan ucapannya di millist.. semua sangat-sangat berharga buat saya.. teman-teman adalah karunia yang sangat berharga buat saya&#8230; salam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Subkhanallah&#8230;. Atas Rahmat Allah SWT dan do&#8217;a restu temen-temen semua, akhirnya Pernikahanku dengan Dian Ratri Kusumaningrum dapat terlaksana dengan lancar&#8230; saya sangat berterima kasih atas kedatangan dan do&#8217;a restu semua rekan-rekan semua.. terima kasih juga untuk comment dan ucapannya di millist.. semua sangat-sangat berharga buat saya.. teman-teman adalah karunia yang sangat berharga buat saya&#8230; salam hangat dari Istriku tercinta&#8230; mudah-mudahan yang belum berkesempatan menyusul segera diberikan hidayah Nya untuk menemukan jalan menuju pelaminan&#8230; amien&#8230;Salam Hormat,</p>
<p>Muhammad Khosyi&#8217;in dan Istri</p>
<h5><a href="http://chosyi.edublogs.org/about-me/my-album/photo-photo-pernikahan/" target="_blank" title="photo-photo pernikahan chosyi-dian">Photo-photo pernikahan</a></h5>
<br />Authored by <a href="http://chosyi.edublogs.org">Muhammad Khosyi'in</a>. Hosted by <a href="http://edublogs.org">Edublogs</a>.<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fchosyi.edublogs.org%2F2008%2F01%2F03%2Fterima-kasih%2F';
  addthis_title  = 'Terima+kasih';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chosyi.edublogs.org/2008/01/03/terima-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Mikrokontroller</title>
		<link>http://chosyi.edublogs.org/2007/05/15/pelatihan-mikrokontroller-at89s51/</link>
		<comments>http://chosyi.edublogs.org/2007/05/15/pelatihan-mikrokontroller-at89s51/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2007 01:52:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Khosyi'in</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<category><![CDATA[Elektro]]></category>

		<category><![CDATA[Unissula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chosyi.edublogs.org/2007/05/15/pelatihan-mikrokontroller-at89s51/</guid>
		<description><![CDATA[


Tanggal 9 sampai 12 Mei 2007 kemarin, bertempat di Laboratorium elektro SGC (semarang Growth Center)  telah terlaksana, sebuah kegiatan Pelatihan mengenai Mikrokontroller keluarga Atmel, yaitu AT89S51 , pada awalnya saya memperkirakan bahwa yang ikut dalam pelatihan adalah mahasiswa-mahasiswa, tapi diluar dugaan peserta yang ikut kebanyakan adalah dosen dari perguruan tinggi di semarang, ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://chosyi.edublogs.org/files/2007/09/depan.jpg" title="sgc"></a></p>
<p><a href="http://chosyi.edublogs.org/files/2007/09/depan.jpg" title="sgc"></a></p>
<p><a href="http://chosyi.edublogs.org/files/2007/09/depan.jpg" title="sgc"><img src="http://chosyi.edublogs.org/files/2007/09/depan.jpg" alt="sgc" /></a></p>
<p align="justify">Tanggal 9 sampai 12 Mei 2007 kemarin, bertempat di Laboratorium elektro SGC (semarang Growth Center)  telah terlaksana, sebuah kegiatan Pelatihan mengenai Mikrokontroller keluarga Atmel, yaitu AT89S51 , pada awalnya saya memperkirakan bahwa yang ikut dalam pelatihan adalah mahasiswa-mahasiswa, tapi diluar dugaan peserta yang ikut kebanyakan adalah dosen dari perguruan tinggi di semarang, ada yang dari MIPA UNDIP, MIPA UNNES, Teknik mesin UNIMUS, Elektro UNIMUS, Praktisi, POLINES dan masih banyak yang lain, berikut ini peserta yang ikut dalam pelatihan : Rubijanto Juni Pribadi,Achmad Solichan, ST, Wishnu Wijayanto, ST, H. Sutiyoso, ST, Sajari, Toyibin, Wasi Sakti Wiwit Prayitno, Sunarno, Totok Riyanto, Susilo, Mufadhol, S. Kom., Muhammad Khosyi&#8217;in, ST., Nur Budi Hartono, SPd, Handoko, ST, Suyadi, ST, Abdul Kadir Salam, S. Kom. semua peserta sangat antusias dengan materi yang disampaiakan oleh Instruktur dari MIPA UNDIP (P&#8217; Suryono dan Mas Toro).<span id="more-49"></span>Setelah kegiatan ini selesai, para peserta menyempatkan photo bersama di depan Gedung SGC, ini dia photo-photonya :</p>
<p><a href="http://chosyi.edublogs.org/files/2007/05/ssa41155.JPG" title="SGC_1"><img src="http://chosyi.edublogs.org/files/2007/05/ssa41155.thumbnail.JPG" alt="SGC_1" /></a></p>
<p>PPhoto Bersama peserta Pelatihan</p>
<p><a href="http://chosyi.edublogs.org/files/2007/05/ssa41151.JPG" title="SGC_2"><img src="http://chosyi.edublogs.org/files/2007/05/ssa41151.thumbnail.JPG" alt="SGC_2" /></a></p>
<p>Pak Suryono dan Mas Toro&#8230; (mirip Tom and Jerry&#8230; g&#8217; pernah akur.. he.. he&#8230;)</p>
<p><a href="http://chosyi.edublogs.org/files/2007/05/ssa41152.JPG" title="SGC_3"><img src="http://chosyi.edublogs.org/files/2007/05/ssa41152.thumbnail.JPG" alt="SGC_3" /></a><br />
Pak Slamet.. Kepala Lab. Teknik Elektro SGC, bersama Mr Yon..</p>
<p><a href="http://chosyi.edublogs.org/files/2007/05/ssa41140.JPG" title="SGC_4"><img src="http://chosyi.edublogs.org/files/2007/05/ssa41140.thumbnail.JPG" alt="SGC_4" /></a></p>
<p>wah&#8230; lagi serius nich..</p>
<br />Authored by <a href="http://chosyi.edublogs.org">Muhammad Khosyi'in</a>. Hosted by <a href="http://edublogs.org">Edublogs</a>.<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fchosyi.edublogs.org%2F2007%2F05%2F15%2Fpelatihan-mikrokontroller-at89s51%2F';
  addthis_title  = 'Pelatihan+Mikrokontroller';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chosyi.edublogs.org/2007/05/15/pelatihan-mikrokontroller-at89s51/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hal-hal yang disunahkan pada Anak yang BAru Lahir</title>
		<link>http://chosyi.edublogs.org/2007/05/09/hal-hal-yang-disunnahkan-atas-anak-yang-baru-lahir/</link>
		<comments>http://chosyi.edublogs.org/2007/05/09/hal-hal-yang-disunnahkan-atas-anak-yang-baru-lahir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2007 02:12:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Khosyi'in</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Unissula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chosyi.edublogs.org/2007/05/09/hal-hal-yang-disunnahkan-atas-anak-yang-baru-lahir/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Nabiel Fuad Almusawa
&#160;
1. diAdzani dan Iqamah :
Masing2 di telinga kanan dan kiri (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Abu Na&#8217;im, Ibnu Sunni dan Thabrani, tapi semua haditsnya dha&#8217;if) , dalam sebagian sanad-nya disebutkan juga agar dibacakan surat al-Ikhlash.
2. Tahniq :
Yaitu seorang yang shalih mengunyahkan kurma lalu mengoleskannya ke langit2 mulut sang bayi tsb (HR [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Oleh : Nabiel Fuad Almusawa</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">1. diAdzani dan Iqamah :<br />
Masing2 di telinga kanan dan kiri (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Abu Na&#8217;im, Ibnu Sunni dan Thabrani, tapi semua haditsnya dha&#8217;if) , dalam sebagian sanad-nya disebutkan juga agar dibacakan surat al-Ikhlash.<br />
2. Tahniq :<br />
Yaitu seorang yang shalih mengunyahkan kurma lalu mengoleskannya ke langit2 mulut sang bayi tsb (HR Bukhari Muslim), bisa juga dengan madu.<span id="more-41"></span><br />
3. Aqiqah :<br />
a. Asal katanya adalah al-&#8217;Iqqah, artinya rambut makhluk yang baru dilahirkan baik manusia atau binatang.<br />
b. Hukumnya sunnah (menurut Jumhur fuqaha), sunnah-mu&#8217;akkadah (menurut Asy-Syafi&#8217;i), wajib (menurut Az-Zhahiri), mubah (menurut Hanafi).<br />
c. Jumlahnya 2 ekor kambing untuk anak lelaki (boleh juga 1 ekor/HR Abu Daud), dan 1 ekor untuk anak wanita (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmidzi).<br />
d. Boleh kambing jantan atau betina (HR Tirmidzi)<br />
e. Dilakukan pada hari ke-7 (HR Khamsah), jika tidak bisa maka pada hari ke-14, jika tidak bisa maka pada hari ke-21 (HR Baihaqi), atau kapan saja. Namun jika sebelum 7 hari bayi tsb wafat maka tidak perlu (menurut Maliki).<br />
f. Bolah mengaqiqahkan orang lain (HR Abu Daud, Baihaqi, Ibnu Hibban dan Hakim; juga dari lafzh hadits yang berbentuk isim-majhul: tudzbahu)/atau diri sendiri (HR Yahya bin Ma&#8217;in).<br />
4. Diberi Nama :<br />
Juga disunnahkan pada hari ke-7, nama yang paling disukai AbduLLAH/AbduRRAHMAN (HR Muslim), dan yang paling benar = Hammam/Harits. Atau boleh juga al-Mundzir (HR Bukhari Muslim), atau juga nama malaikat, nabi, Thaha, Yasin, dsb. Diharamkan dengan nama berhala/sesembahan lain, dan dimakruhkan nama Yassar/kaya, Rabbah/banyak untung, Nujaih/sukses, &#8216;Aflah/bahagia (karena bisa jadi tidak demikian sehingga jadi celaan orang2) (HR Muslim).<br />
5. diCukur, diTimbang rambutnya dan Sedekah :<br />
Yaitu dicukur pada hari ke-7 dan ditimbang rambutnya lalu berinfaq seberat emas lalu disedekahkan (HR Tirmidzi dan Ahmad). Mohon diperhatikan bahwa mencukur sebagian kecil rambut (simbolik) tidak ada sunnahnya.<br />
6. diKhitan :<br />
Terhadap laki2 pada hari ke-7 (HR Baihaqi dan Hakim), juga boleh jika sudah dewasa/tua (HR Bukhari dan Ahmad)</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">ALLAHu a&#8217;lamu bish Shawab&#8230;</p>
<br />Authored by <a href="http://chosyi.edublogs.org">Muhammad Khosyi'in</a>. Hosted by <a href="http://edublogs.org">Edublogs</a>.<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fchosyi.edublogs.org%2F2007%2F05%2F09%2Fhal-hal-yang-disunnahkan-atas-anak-yang-baru-lahir%2F';
  addthis_title  = 'Hal-hal+yang+disunahkan+pada+Anak+yang+BAru+Lahir';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chosyi.edublogs.org/2007/05/09/hal-hal-yang-disunnahkan-atas-anak-yang-baru-lahir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sholat Khusyu&#8217;&#8230; ??</title>
		<link>http://chosyi.edublogs.org/2007/05/09/sholat-khusyu/</link>
		<comments>http://chosyi.edublogs.org/2007/05/09/sholat-khusyu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2007 01:38:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Khosyi'in</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Unissula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chosyi.edublogs.org/2007/05/09/sholat-khusyu/</guid>
		<description><![CDATA[Secara etimologi (bahasa), al-khusyu’ memiliki makna al-khudhû’ (tunduk). Seseorang dikatakan telah mengkhusyu’kan matanya jika dia telah menundukkan pandangan matanya. Secara terminologi (istilah syar’i) al-khusyu’ adalah seseorang melaksanakan shalat dan merasakan kehadiran Alloh Subhannahu wa Ta’ala yang amat dekat kepadanya, sehingga hati dan jiwanya merasa tenang dan tentram, tidak melakukan gerakan sia-sia dan tidak menoleh. Dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Secara etimologi (bahasa), al-khusyu’ memiliki makna al-khudhû’ (tunduk). Seseorang dikatakan telah mengkhusyu’kan matanya jika dia telah menundukkan pandangan matanya. Secara terminologi (istilah syar’i) al-khusyu’ adalah seseorang melaksanakan shalat dan merasakan kehadiran Alloh Subhannahu wa Ta’ala yang amat dekat kepadanya, sehingga hati dan jiwanya merasa tenang dan tentram, tidak melakukan gerakan sia-sia dan tidak menoleh. Dia betul-betul menjaga adab dan sopan santun di hadapan Alloh Subhannahu wa Ta’ala. Segala gerakan dan ucapannya dia konsentrasikan mulai dari awal shalat hingga shalatnya berakhir.<br />
Berikut firman Alloh Subhannahu wa Ta’ala tentang sholat yang khusyu’, yang artinya: “Yaitu orang-orang yang khusyu’ didalam sholatnya” (QS: Al-Mu’minun:2). Ayat tersebut ditafsirkan oleh Ibnu Abbâs Radhiallaahu anhu bahwa: “Orang-orang yang khusyu’ adalah orang-orang yang takut lagi penuh ketenangan”. Dan Ali Bin Abi Thalib berkata bahwa ”Yang dimaksud dengan khusyu’ dalam ayat ini adalah kekhusyu’an hati”.<span id="more-40"></span>Kiat-kiat yang dilakukan sebelum melaksanakan shalat.<br />
Sebelum memulai ibadah shalat maka perhatikanlah kiat-kiat berikut ini:<br />
Menjawab seruan adzan dengan lafazh sebagaimana yang dikumandang kan oleh muadzin kecuali lafazh: “hayya ‘alash shalah dan hayya ‘alal falâh” maka jawabannya adalah “lâ haula walâ quwwata illa billâh” sebagaimana perintah Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam dalam sabdanya, yang artinya: “Apabila kalian mendengar muadzin (mengumandangkan azan) maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya….” (HR: al-Bukhari, Muslim dan yang lainnya).<br />
Lalu berdo’a selesai adzan dengan do’a yang diajarkan oleh Rasululloh Shalallaahu alaihi wa salam seperti Allahumma Rabba hadzihid da’watit taammah…dst.<br />
Kemudian berdo’a sesuai dengan keinginan masing-masing, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasululloh Shalallaahu alaihi wa salam, yang artinya: ”Do’a antara adzan dan iqomah tidak tertolak” (HR: Abu Dawud, at-Tirmizi, an-Nasa’i, Ibnu Khuzaimah dan lainnya)<br />
Berwudhu sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam. Melakukan wudhu berarti telah merealisasikan perintah Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, yang terdapat dalam firman-Nya, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu, basuhlah tanganmu hingga siku, dan usaplah (sapulah) kepalamu, serta basuhlah kakimu hingga kedua mata kakimu…” (QS: Al-Maidah: 6)<br />
Rasululloh Shalallaahu alaihi wa salam bersabda tentang keutamaan wudhu, yang artinya: “Barangsiapa yang berwudhu’, lalu berwudhu’ dengan sebaik-baiknya, kemudian dia shalat, niscaya dosa antara sholatnya itu dan sholatnya yang lain (berikutnya) diampuni.” (HR: Ibnu Khuzaimah dan Imam Ahmad)<br />
Dan bahkan orang yang berwudhu` itu berarti dia telah menggugurkan dosa-dosanya bersamaan dengan air yang mengalir dari anggota wudhu` yang telah dibasuh. (HR: Ibnu Khuzaimah dan Muslim)<br />
Bersiwak (atau menggosok gigi) sebelum shalat sebagaimana perintah Rasululloh Shalallaahu alaihi wa salam dalam sebuah haditsnya, yang artinya: “Seandainya tidak memberatkan ummatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu’ (dalam riwayat yang lain) setiap kali hendak sholat” (HR: Muttafaq ‘Alaih)<br />
Memakai pakaian yang sopan (layak), bersih dan wangi, serta menjauhi semaksimal mungkin pakaian yang sudah kotor, bau dan tidak layak untuk dipakai dalam shalat.  Menghindari pakaian yang ketat sehingga menyebabkan kesulitan untuk bergerak dan bernafas, janganlah memakai pakaian bergambar atau bertulisan agar mata kita terjaga dan juga agar orang lain tidak terganggu, lalu perhatikan juga pakaian yang membungkus tubuh kita, apakah sudah memenuhi syarat? Apakah sudah benar-benar menutupi aurat? Semua hal ini sebagai bentuk realisasi dari firman Alloh Subhannahu wa Ta’ala, yang artinya: “Wahai manusia pakailah pakaianmu yang indah setiap kali memasuki masjid” (QS:Al-’Araf: 31)<br />
Jagalah konsetrasi dalam melaksanakan shalat dengan cara menghindari tempat dan suasana yang panas atau gerah, sebagaimana larangan Rasululloh Shalallaahu alaihi wa salam untuk tidak shalat Dzuhur pada saat panas sangat menyengat. Beliau Shalallaahu alaihi wa salam bersabda, yang artinya: “Laksanakanlah sholat Dzuhur pada waktu panas sudah mereda, karena panas yang sangat menyengat itu adalah hawa panas yang berasal dari neraka jahannam” ( HR: al-Bukhari, Ahmad dll).<br />
Dan jagalah konsentrasi shalat kita dengan memenuhi segala kebutuhan jasmani kita yang mendesak, seperti; kalau seandainya sebelum shalat perut kita terasa mulas, ingin buang air maka janganlah ditahan-tahan, sebab kalau kita shalat sambil menahan perut kita yang mulas pasti konsetrasi shalat kita terganggu.<br />
Demikian juga apabila kita merasa lapar sebelum melaksanakan shalat maka bersegeralah untuk makan untuk memenuhi hajat perut kita tersebut agar rasa lapar itu tidak membuyarkan konsetrasi kita ketika sedang shalat, dan mengenai dua permasalahan diatas Rasululloh Shalallaahu alaihi wa salam bersabda, yang artinya: “Tiada sholat ketika makanan sudah terhidang dan tiada sholat ketika seseorang menahan hajat buang airnya” (HR: Muslim, Ahmad dan lain-lain).<br />
Carilah tempat shalat yang tenang, yang jauh dari kebisingan, yang jauh dari suara-suara berisik dan suara-suara gaduh, Rasululloh Shalallaahu alaihi wa salam bersabda, yang artinya: “Jauhilah suara-suara berisik seperti di pasar (ketika berada di masjid)” (HR: Muslim)<br />
Oleh karena itu siapa saja yang berada di masjid hendaklah menjaga ketenangan dan ketentraman masjid, apabila kita berdzikir maka lirihkanlah suara dzikir kita, dan apabila kita membaca al-Qur’an maka lirihkanlah suara bacaan Al-Qur’an kita. Jangan sampai suara kita membuyarkan konsentrasi saudara-saudara kita yang sedang bermunajat kepada Alloh Subhannahu wa Ta’ala, Rasululloh Shalallaahu alaihi wa salam bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya orang yang shalat sedang bermunajat kepada Rabnya, maka perhatikanlah saudaramu yang sedang bermunajat itu, Janganlah keraskan bacaan Qur’an kalian!” (HR: al-Bukhari dan Imam Malik)<br />
Luangkanlah waktu untuk menunggu datangnya waktu shalat. Meluangkan waktu menunggu datang nya waktu shalat bisa dilakukan di dalam masjid terutama bagi laki-laki, sedangkan bagi wanita maka lebih utama di rumah. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala akan memberikan keutamaan dan fadhilah yang sangat banyak bagi orang yang menunggu waktu shalat, Sebagaimana Rasululloh Shalallaahu alaihi wa salam bersabda, yang artinya: “Senantiasa dihitung perbuatan seorang hamba itu sebagai pahala sholat selama ia menunggu datangnya waktu sholat, dan para malaikat (senantiasa) berdo’a untuknya, “Ya Alloh ampunilah dia dan rahmatilah dia,” sampai seorang hamba itu selesai (melaksanakan sholat) atau ia berhadats, (ada yang bertanya); apa yang dimaksud dengan hadats, (kata Rasululloh); keluar angin dari lubang dubur baik bau maupun tidak” (HR: Muslim dan Abu Daud)<br />
Dalam hadits yang lain beliau Shalallaahu alaihi wa salam bersabda, yang artinya: “Maukah aku beritahukan tentang beberapa hal, yang mana Alloh akan menjadikannya sebagai pelebur dosa dan pengangkat derajat kalian? Para shahabat menjawab, “Tentu mau ya Rasululloh,” lalu Rasululloh bersabda, yang artinya: “Sempurnakan wudhu’ walau dalam keadaan tidak menyenangkan (spt; dingin), perbanyak langkah menuju masjid, menunggu sholat setelah melaksanakan sholat, maka yang demikian itu adalah ar-ribath, yang demikian itu ar-ribath.” (HR: Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Muslim)<br />
Ar-ribath adalah senantiasa menjaga kesucian, shalat dan ibadah maka pahalanya diumpamakan seperti jihad di jalan Alloh Subhannahu wa Ta’ala.<br />
Demikianlah kiat-kiat yang perlu kita perhatikan sebelum melak sanakan shalat. Dengan merealisasikan itu semua mudah-mudahan shalat kita menjadi shalat yang khusyu’ dan diterima disisi Alloh Subhannahu wa Ta’ala.<br />
Keutamaan Shalot yang Khusyu’<br />
Sesungguhnya Alloh Subhannahu wa Ta’ala telah memuji orang yang khusyu’ pada banyak ayat dalam al-Qur’an, di antara nya adalah:<br />
Firman Alloh Subhannahu wa Ta’ala, yang artinya: “Sesungguhnya telah beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu’ didalam sholatnya”. (QS: Al-Mu’minun: 1-2)<br />
Firman Alloh Subhannahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan mintalah pertolongan (kepada Alloh) dengan sabar dan sholat, karena sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’”. (QS. al-Baqarah: 45)<br />
Firman Alloh Subhannahu wa Ta’ala pada ayat yang lain, yang artinya: “Mereka yang berdo’a kepada Kami dengan penuh harapan dan rasa takut (cemas), dan mareka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami”. (QS: Al-Anbiya’: 90)<br />
Alloh Subhannahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Mereka menyungkurkan mukanya dalam keadaan menangis dan kekhusyu’an mereka semakin bertambah” (QS: Al-Isra’: 109)<br />
Alloh Subhannahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih, Apabila dibacakan ayat-ayat Alloh Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS: Maryam: 58)<br />
Firman Alloh Subhannahu wa Ta’ala, yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Rabbnya Yang tidak tampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” (QS: Al-Mulk: 12)<br />
Demikian juga beberapa hadits Rasululloh Shalallaahu alaihi wa salam yang menjelaskan tentang keutamaan khusyu’ berikut ini:<br />
Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, Rasululloh Shalallaahu alaihi wa salam bersabda, yang artinya: “Tujuh golongan yang mendapat naungan Alloh pada suatu hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Alloh; …(dan disebutkan di antaranya) seseorang yang berdzikir (ingat) kepada Allah dalam kesendirian (kesunyian) kemudian air matanya mengalir.” (HR: Al-Bukhari, Muslim dan lain-lainya)<br />
Nabi Shalallaahu alaihi wa salam bersabda, yang artinya: “Barangsiapa yang mengingat Alloh kemudian dia menangis sehingga air matanya mengalir jatuh ke bumi niscaya dia tidak akan diazab pada hari Kiamat kelak.” (HR. al-Hakim dan dia berkata sanadnya shahih)<br />
Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, Nabi Shalallaahu alaihi wa salam bersabda, yang artinya: “Semua mata (manusia) pada hari Kiamat akan menangis kecuali (ada beberapa orang yang tidak menangis) (pertama) mata yang terjaga dari hal-hal yang diharamkan Allah, (kedua) mata yang dipergunakan untuk berjaga-jaga (pada malam hari) di jalan Allah, (ketiga) mata yang menangis karena takut pada Allah walau (air mata yang keluar itu) hanya sekecil kepala seekor lalat” (HR: Ashbahâny)<br />
Dari Bahaz Bin Hakim dari bapaknya dari kakeknya semoga Alloh meridhai mereka, kakeknya berkata, “Saya mendengar Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Diharamkan neraka membakar tiga golongan manusia yang disebabkan matanya, (pertama) mata yang menangis karena takut pada Allah, (kedua) mata yang dipergunakan untuk berjaga-jaga (begadang) di jalan Alloh, (ketiga) mata yang terpelihara dari hal-hal yang diharamkan Alloh.” (HR: At-Thabrani, Al-Baghawi dan yang lainnya, al-Hakim mengatakan hadits ini shahih dan disepakati oleh adz-Dzahabi) Wallahu a’lam bish shawab.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">disadur dari : <a href="http://arsipmoslem.wordpress.com">MediaMuslim.Info</a> -<br />
(Sumber Rujukan: Taisîr Karimir Rahman, Asy-Syaikh Abdur Rahman Bin Nâshir As-Sa’dy; Tafsir Ibnu Katsir, MediaMuslim.Info)</p>
<br />Authored by <a href="http://chosyi.edublogs.org">Muhammad Khosyi'in</a>. Hosted by <a href="http://edublogs.org">Edublogs</a>.<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fchosyi.edublogs.org%2F2007%2F05%2F09%2Fsholat-khusyu%2F';
  addthis_title  = 'Sholat+Khusyu%26%238217%3B%26%238230%3B+%3F%3F';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chosyi.edublogs.org/2007/05/09/sholat-khusyu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tim Robotik FTI Unissula LOLOS Grand FINAL&#8230;</title>
		<link>http://chosyi.edublogs.org/2007/04/23/tim-robotik-fti-unissula-lolos-grand-final/</link>
		<comments>http://chosyi.edublogs.org/2007/04/23/tim-robotik-fti-unissula-lolos-grand-final/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2007 03:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Khosyi'in</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Unissula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chosyi.edublogs.org/2007/04/23/tim-robotik-fti-unissula-lolos-grand-final/</guid>
		<description><![CDATA[
Alhamdulillah&#8230; Akhirnya setelah perjuangan dan usaha yang optimal dari seluruh tim robotika Unissula&#8230; Akhirnya Tim Robotika Unissula berhasil meloloskan 2 kategori robot di Grand Final Kontes Robot Indonesia dan Kontes Robot Cerdas Indonesia.. robot yang lolos adalah Pie-Tech (KRI) dan The Patriot (KRCI Swarm).. Selamat untuk semua tim&#8230;. Untuk tim yang belum berkesempatan ikut di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://chosyi.edublogs.org/2007/04/23/tim-robotik-fti-unissula-lolos-grand-final/tim-kri/" rel="attachment wp-att-76" title="TIm KRI"><img src="http://chosyi.edublogs.org/files/2007/09/kri_fix.jpg" alt="TIm KRI" /></a></p>
<p align="justify">Alhamdulillah&#8230; Akhirnya setelah perjuangan dan usaha yang optimal dari seluruh tim robotika Unissula&#8230; Akhirnya Tim Robotika Unissula berhasil meloloskan 2 kategori robot di Grand Final Kontes Robot Indonesia dan Kontes Robot Cerdas Indonesia.. robot yang lolos adalah Pie-Tech (KRI) dan The Patriot (KRCI Swarm).. Selamat untuk semua tim&#8230;. Untuk tim yang belum berkesempatan ikut di Grand Final&#8230; jangan Patah SEmangat&#8230; info detail <a href="http://www.kri.eepis-its.edu/hasilvisitasi.php" title="web sitenya kri/krci">klik di sini</a></p>
<br />Authored by <a href="http://chosyi.edublogs.org">Muhammad Khosyi'in</a>. Hosted by <a href="http://edublogs.org">Edublogs</a>.<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fchosyi.edublogs.org%2F2007%2F04%2F23%2Ftim-robotik-fti-unissula-lolos-grand-final%2F';
  addthis_title  = 'Tim+Robotik+FTI+Unissula+LOLOS+Grand+FINAL%26%238230%3B';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chosyi.edublogs.org/2007/04/23/tim-robotik-fti-unissula-lolos-grand-final/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menghadirkan Kesalehan Kaffah</title>
		<link>http://chosyi.edublogs.org/2007/04/18/menghadirkan-kesalehan-kaffah/</link>
		<comments>http://chosyi.edublogs.org/2007/04/18/menghadirkan-kesalehan-kaffah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2007 08:07:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Khosyi'in</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Unissula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chosyi.edublogs.org/2007/04/18/menghadirkan-kesalehan-kaffah/</guid>
		<description><![CDATA[Sering kita menjumpai sekelompok orang yang tekun beribadah, bahkan berkali-kali haji misalnya, namun kelihatan tidak memiliki respon postif terhadap kepentingan masyarakat umum, tak tergerak melihat saudara-saudaranya yang lemah tertindas, misalnya. Seolah-olah Islam hanya mengajarkan orang untuk melakukan hal-hal yang dianggapnya menjadi hak Allah belaka. Namun sebaliknya kita juga seringkali menjumpai orang-orang Islam yang sangat concern [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" align="justify"><em><span>Sering kita menjumpai sekelompok orang yang tekun beribadah, bahkan berkali-kali haji misalnya, namun kelihatan tidak memiliki respon postif terhadap kepentingan masyarakat umum, tak tergerak melihat saudara-saudaranya yang lemah tertindas, misalnya. Seolah-olah Islam hanya mengajarkan orang untuk melakukan hal-hal yang dianggapnya menjadi hak Allah belaka. Namun sebaliknya kita juga seringkali menjumpai orang-orang Islam yang sangat concern terhadap masalah kemaslahatan ummat, sangat memperhatikan hak sesamanya, suka membantu dan memiliki sikap sosial yang sangat baik akan tetapi kelihatan begitu mengabaikan “Ibadah Pribadinya” atau lebih ektrim lagi dikatakan sebagai penduduk islam indonesia formalitas (islam KTP). Padahal semuanya tahu tentang<span>  </span></span></em><span>( </span><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"><span dir="rtl"></span>( حبل من الله</span><span dir="ltr"></span><em><span><span dir="ltr"></span> hablun</span></em><em><span> </span></em><em><span>minallah</span></em><em><span> dan </span></em><span>( </span><span dir="rtl">حبل من التاس</span><span dir="ltr"></span><span><span dir="ltr"></span> )<em><span> </span></em><em><span>hablun minan nas, dengan kata lain, seorang manusia harus bisa menempatkan diri sebagai unsur individu maupun sebagai unsur sosial, kesalehan bukan semata saleh dihadapan Allah tapi juga saleh dalam bersosial dan bermasyarakat.</span></em></span><span id="more-13"></span><span><em><span></span></em><br />
Kata &#8216;kesalehan&#8217; berasal dari bahasa Arab (</span><span dir="rtl">صلح</span><span dir="ltr"></span><span><span dir="ltr"></span> -<em> shalah</em>) <em>/ </em>kebaikan atau (</span><span dir="rtl">اصلح</span><span dir="ltr"></span><em><span><span dir="ltr"></span> – ishlah</span></em><span>) /memperbaiki, sebagai lawan dari (</span><span dir="rtl">فسد</span><span dir="ltr"></span><span><span dir="ltr"></span> – <em>fasad</em>) /rusak atau (</span><span dir="rtl">افسد</span><span dir="ltr"></span><span><span dir="ltr"></span> – <em>ifsad</em>) /merusak. Hamba yang saleh adalah orang-orang yang baik, unggul, dan mampu berbuat baik terhadap sesama serta memperbaiki lingkungan sekitar. Kesalehan adalah suatu tindakan yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain, serta dilakukan atas kesadaran ketundukan pada ajaran Tuhan, tindakan saleh atau orang sering menyebutnya sebagai amal saleh merupakan hasil keberimanan, pernyataan atau produk dari iman (Percaya kepada Tuhan) seseorang yang dilakukan secara sadar.    Terdapat banyak sekali artikel dan tulisan mengungkap adanya dua jenis kesalehan, yaitu kesalehan pribadi/ritual dan kesalehan sosial. Yang kesatu berkaitan dengan ibadah <em>mahdhah</em>, yang mengatur hubungan makhluk dengan Sang Maha Pencipta. Yang kedua berkaitan dengan ibadah <em>mu&#8217;amalah</em> yang mengatur hubungan makhluk Allah SWT dengan makhluk lainnya. Sedangkan yang mereka maksud dengan “kesalehan sosial” adalah perilaku orang-orang yang sangat peduli dengan nilai-nilai Islami, yang bersifat sosial. Suka memikirkan dan santun kepada orang lain, suka menolong, dan seterusnya, meskipun orang-orang ini tidak setekun kelompok pertama dalam melakukan ibadah seperti sholat dan sebagainya itu. Lebih mementingkan <em><span>hablun minan naas.</span></em><br />
Nabi Muhammad SAW. telah banyak memberikan contoh bagaimana seseorang harus mengeluarkan zakat, bersedekah dan lain sebagainya, itu semua memiliki dasar dan juga tujuan. Sebagai umatnya kita tidak boleh ragu-ragu lagi akan ajaran yang memperlihatkan kedua aspek kesalehan tersebut sekaligus. Dengan kata lain, zakat bagi kaum Muslim merupakan aplikasi Taqwa yaitu kepatuhan untuk berderma di jalan Allah dengan Ikhlas hanya mengharapak ridha dari Allah, inilah sebenarnya kesalehan total yang mencakup “kesalehan ritual” dan “kesalehan sosial”. Banyak yang mengatakan, bangsa Indonesia adalah bangsa religius dan bangsa berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Kita membanggakan Pancasila yang memberi posisi penting pada agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam berpidato, para pemimpin dan petinggi negara tidak lupa menyampaikan pesan bernuansa keagamaan. Akan tetapi, kehidupan nyata yang kita hadapi amat bertentangan dengan ekspresi positif itu. Kehidupan kita belakangan ini amat sarat dengan kekerasan, baik yang kolektif maupun perseorangan. Rasa aman warga bangsa mulai terusik. Kita ada pada posisi puncak dalam masalah korupsi. Hukum tidak tegak. Anak muda makin terseret jauh dalam penggunaan narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba). Kemiskinan makin terasa dan makin meluas. </span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><span>Dalam Surah Al Ma&#8217;un, Allah berfirman :</span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span dir="ltr"></span><span><span dir="ltr"></span> </span></p>
<p><span>◊</span><span dir="rtl">أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ</span><span></span><span></span><span dir="rtl"></span><span> </span><span dir="rtl"></span><span> </span><span></span><span></span></p>
<p><span dir="rtl"></span><span>◊</span><span dir="rtl">فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ</span></p>
<p><span>◊</span> <span dir="rtl">وَلا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ</span></p>
<p><span>◊</span> <span dir="rtl">فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ</span><span dir="ltr"></span><span><span dir="ltr"></span>  </span><span dir="rtl"></span><span></span></p>
<p><span> </span><span>◊</span> <span dir="rtl">الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ سَاهُونَ</span><span></span><span></span></p>
<p><span>◊ </span><span dir="rtl">الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ</span><span dir="ltr"></span><span><span dir="ltr"></span></span></p>
<p><span>◊ </span><span dir="rtl">وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ</span><span dir="ltr"></span><span><span dir="ltr"></span> </span></p>
<p><span> </span></p>
<p align="justify"><em><span>&#8220;Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Yaitu orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang berguna&#8221;. </span></em></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><span> </span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span> </span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span>Kalau saja setiap orang memiliki sikap dan semangat ‘Al-maun’ sebagaimana Firman Allah di atas, bisa jadi kesenjangan dan ketimpangan di negara ini akan terkoreksi dengan keselarasan dan keharmonisan.</span><span><br />
Seorang Ahli IT yang melakukan<span>  </span>hacking terhadap sebuah sistem informasi yang menyebabkan orang dirugikan adalah salah satu bentuk ke-tidak salehan, akuntan yang melakukan <em>window-dressing</em> terhadap laporan keuangan perusahaan yang sudah jelas bobrok, seorang penegak hukum-petugas kepolisian, kejaksaan, kehakiman-yang ikut dalam mafia peradilan dan lain-lain, semuanya adalah contoh bentuk-bentuk ketidak-profesionalan dalam profesi, hal ini dapat terhindarkan bila kita memiliki dua unsur kesalehan di atas, dalam beberapa tulisan jenis kesalehan ini disebut sebagai kesalehan profesional. Seorang Dosen yang tidak konsisten dengan Kontrak perkuliahan yang diberikan juga bisa dikatakan tidak memiliki kesalehan profesioanal. Pejabat dan pengusaha yang terlibat dalam <em>mark-up</em> kredit atau proyek-apalagi proyek raksasa seperti kilang minyak dan listrik swasta-pasti tidak saleh secara profesional. Yang terlibat berbagai bentuk korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) juga tidak saleh secara profesional. Kalau saja semua individu memiliki kesalehan sebagaiman telah dipaparkan di atas maka bisa dikatakan individu tersebut memiliki kesalehan <em>kaffah</em>, yang menyeluruh. Itulah yang dikehendaki agama Islam. Banyak dijumpai orang dengan kesalehan pribadi dan sosial, tetapi diragukan kesalehan profesionalnya. Orang seperti ini seakan memiliki semacam keterbelahan pribadi. Mereka seperti mengumpulkan pahala (dari ritual dan ibadah sosial) untuk menutupi dosa akibat ketidaksalehan profesional. Kesalehan profesional sebenarnya adalah profesionalisme atau kemampuan bekerja dengan baik sesuai aturan dan hukum yang berlaku serta etika kerja universal. Ketidaksalehan profesional ada yang karena ketidaksengajaan, tetapi ada juga yang identik dengan kejahatan. Yang identik dengan kejahatan, tidak akan dapat kita hilangkan hanya dengan dakwah atau imbauan namun perlu sanksi (proses) peradilan. Semua berpulang pada tiap individu dalam mempertajam kepekaan perasaan, dan menumbuhkan kesalehan profesional yang secara fitrah, bibitnya sebenarnya sudah ada dalam diri mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span>Wallaahu a&#8217;lam bis-shawab bi muradih </span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<br />Authored by <a href="http://chosyi.edublogs.org">Muhammad Khosyi'in</a>. Hosted by <a href="http://edublogs.org">Edublogs</a>.<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fchosyi.edublogs.org%2F2007%2F04%2F18%2Fmenghadirkan-kesalehan-kaffah%2F';
  addthis_title  = 'Menghadirkan+Kesalehan+Kaffah';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chosyi.edublogs.org/2007/04/18/menghadirkan-kesalehan-kaffah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Doa Kita Seperti tidak dikabulkan?</title>
		<link>http://chosyi.edublogs.org/2007/04/18/puasa-ramadhan/</link>
		<comments>http://chosyi.edublogs.org/2007/04/18/puasa-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2007 01:45:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Khosyi'in</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Unissula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chosyi.edublogs.org/2007/04/18/puasa-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[By : Muhammad Khosyi’in
&#160;
Agama kita mengajarkan kita agar sentiasa berdoa kepada Allah. Allah memiliki segalanya. Setiap sesuatu terjadi atas izin dan kehendakNya. Maka kita dianjurkan agar meminta kepada Allah segala sesuatu yang baik, untuk kehidupan kita di dunia ini dan kehidupan kita di akhirat kelak. Hanya orang-orang yang sombong yang tidak mau dan malas berdoa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">By : Muhammad Khosyi’in</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Agama kita mengajarkan kita agar sentiasa berdoa kepada Allah. Allah memiliki segalanya. Setiap sesuatu terjadi atas izin dan kehendakNya. Maka kita dianjurkan agar meminta kepada Allah segala sesuatu yang baik, untuk kehidupan kita di dunia ini dan kehidupan kita di akhirat kelak. Hanya orang-orang yang sombong yang tidak mau dan malas berdoa, meminta kepada Allah.<br />
Doa bukanlah bermaksud kita meminta sesuatu dan kemudian duduk memeluk tubuh tanpa melakukan sesuatu apa pun. Akan tetapi doa mestilah disertai dengan usaha. Jika kita berdoa untuk dimasukkan ke dalam Syurga, kita mestilah berusaha dengan amalan-amalan soleh dan menjauhkan diri dari perkara-perkara munkar. Jika kita berdoa agar Allah melimpahkan rezeki kepada kita, kita harus bekerja keras untuk itu. Jika kita berdoa agar Allah memberi lulus ujian sekolah, maka kita harus belajar sungguh-sungguh.<br />
Allah s.w.t mendengar segala permintaan kita. Apa saja yang kita minta pasti akan didengarNya. Dan orang-orang Islam apabila berdoa insya Allah akan dikabulkan oleh Allah, apalagi kalau orang itu beriman dan  melakukan banyak amal soleh. Akan tetapi sudah menjadi sunnatullah, bahwa ada doa yang Allah kabulkan dengan cepat, ada doa yang Allah tidak kabulkan dan ada doa yang Allah simpan untuk hari Qiamat nanti atau untuk mengganti kesusahan yang akan mengenai diri kita.  Dalam sebuah hadist riwayat imam Ahmad dari Abu Said al-Khudri Rasulullah s.a.w. bersabda:<br />
&#8220;Tidak ada orang muslim yang berdoa meminta kepada Allah s.w.t. dengan doa, dimana didalamnya tidak ada dosa dan ia tidak memutuskan tali silaturrahmi, kecuali Allah akan memberinya antara tiga perkara: pertama Allah menangguhkan permintannya untuk yang akan datang; kedua: Allah menyimpannya untuk kesempatan lain, dan; ketiga: Allah mengalihkan darinya kejelekan dan malapetaka yang mirip dengan permintannya Kadang-kadang kita bertanya, mengapa Allah mengkabulkan permintaan orang-orang kafir sedangkan kita orang-orang yang beriman, kadang-kadang doa kita seolah-olah tidak dikabulkan oleh Allah? Ketahuilah bahwa ada dua kemungkinan mengapa Allah mengkabulkan permintaan hambanya. Pertama karena Dia cinta dan sayang terhadap hamba tersebut. Dan kedua, karena Allah murka terhadap orang tersebut. Sesungguhnya apabila Allah murka terhadap seseorang, ada kalanya Allah akan menambah rezeki seseorang, meningkatkan derajatnya dan mengkabulkan permintaanya. Orang tersebut lalu akan menjadi lebih lalai dari Allah, akan terus tenggelam dengan kenikmatan dunia dan maksiat. Akhirnya Allah akan mencabut nyawanya dalam keadaan dia lalai. Sehingga dia mati dalam keadaan buruk su&#8217;ul khatimah. Inilah yang dikatakan ulama sebagai istidraj.<br />
Firman Allah dalam surah Al-An&#8217;am, ayat 44:<span id="more-3"></span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="right"> فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"> &#8220;Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.&#8221; Kadang-kadang kita juga bertanya mengapa doa kita tidak dikabulkan oleh Allah s.w.t sedangkan kita banyak mengerjakan ibadah dan taat  kepadaNya?<br />
Ada dua kemungkinan. Pertama, Allah s.w.t suka mendengar permintaan dari hamba-hambanya. Apabila Allah suka pada seseorang hamba, maka hamba tersebut diletakkannya dibawah rahmat dan perlindungannya. Allah juga akan menyimpan doa-doa hamba tersebut untuk hamba itu di hari dimana tiada guna harta dan anak. Itulah hari kiamat. Apabila tiada sesuatu yang dapat menyelamatkan hamba tersebut dari api neraka, maka ketika itu Allah akan menunjukkan kepada hamba tersebut segala doa-doanya dan ketika itu doa-doa tersebut akan dapat menyelamatkannya dari api neraka. Dalam riwayat Aisyah r.a. berkata:<br />
&#8220;Tidak ada seorang muslim yang berdo&#8217;a kepada Allah meminta sesuatu kemudian tidak muncul, kecuali Allah menangguhkannya untuk kesempatan lain di dunia, atau Allah menangguhkannya hingga hari qiamat nanti, kecuali ia tergesa-gesa dan putus asa&#8221;. Lalu Urwah bertanya:&#8221;Wahai Ummul Mukminin, bagaimana ia tergesa-gesa dan putus asa?&#8221; Aisyah menjawab:&#8221;Misalnya ia berdoa, lalu berkata aku sudah berdoa tapi tidak diberi, atau aku telah berdoa tapi tidak dikabulkan&#8221;<br />
Begitulah, betapa cinta dan kasih sayang Allah terhadap kita. Bukan karena Allah tidak mau memberi permintaan kita, tetapi Allah akan menyimpankannya untuk kita di hari Kiamat kelak. Itulah doa-doa orang-orang solihin, orang-orang yang taat kepada Allah s.w.t.<br />
Kedua, doa tersebut tidak dikabulkan oleh Allah karena suatu sebab yang ada dalam diri kita. Misalnya kita meminta sesuatu kepada Allah tetapi kita tidak patuh perintahNya. Kita ingin Allah memberi sesuatu kepada kita, tetapi sangat tidak seimbang dengan apa yang kita telah lakukan untuk Allah, untuk Islam, untuk Rasulullah s.a.w? Sanggupkan kita lakukan seperti Bilal? Yang menahan siksaan kerana keimannya kepada Allah? Sanggupkah kita lakukan seperti Saidina Abu Bakar As-Siddiq? Yang menafkahkan seluruh hartanya untuk Islam? Sanggupkah kita lakukan seperti Imam Nawawi? Yang mengorbankan siang dan malamnya, yang mengorbankan kelazatan hidup di dunia ini, untuk menegakkan ilmu agama Islam?<br />
Tidakkan kita malu, meminta dari Tuhan tetapi kita tidak patuh perintah-perintahNya?<br />
Memintalah kepada Allah. Berdoalah kepada Allah. Tetapi dalam waktu yang sama kita juga berusaha bersungguh-sungguh untuk memenuhi perintah-perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.<br />
Ibrahim bin Adham, seorang wali Allah pernah berkata: Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hak-hak Allah. Kamu kenal Allah tetapi tidak memenuhi hak-hakNya yaitu untuk disembah.<br />
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu tidak mengamalkan isi Al-Quran. Kamu senantiasa membaca Al-Quran tapi tidak kamu amalkan isi-isinya. Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu tidak mengamalkan sunnah Rasulullah. Kamu selalu bilang cinta kepada Rasulullah tapi kamu meninggalkan sunnahnya. Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu patuh  kepada syaitan. Kamu mengakui bahwa syetan itu musuh kamu tetapi kamu patuhi dia.<br />
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu mencampakkan diri kamu ke jurang kebinasaan. Kamu selalu berdoa supaya terhindar dari api neraka tapi kamu lemparkan dirimu sendiri ke dalamnya.<br />
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, kamu ingin memasuki Syurga tapi kamu tidak melakukan amal soleh.<br />
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu sedar kamu akan mati tetapi kamu tidak bersiap-siap untuk menghadapinya.<br />
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu melihat cacat dan kekurangan orang lain, tetapi cacat dan kekurangan dirimu kamu tidak pernah melihatnya. Kamu sibuk memikirkan kesalahan dan keburukan orang lain sedangkan keburukan dan kesalahan dirimu sendiri tidak pernah kau hiraukan.<br />
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu merasakan kenikmatan yang diberikan Allah  tetapi kamu tidak bersyukur, bersyukur dengan mematuhi segala perintah Allah.<br />
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu menguburkan jenazah orang lain tapi tidak menginsafi diri kamu sendiri bahwa kelak kamu juga akan dikuburkan.<br />
Marilah kita menjadi orang-orang yang sentiasa melakukan perintah Allah. Marilah kita bertekad tidak mengulangi segala perbuatan buruk kita. Insya Allah, segala doa kita akan diterima oleh Allah s.w.t<br />
Firman Allah s.w.t dalam Surah Al-Baqarah, ayat ayat 186:</p>
<p align="right"> وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُون</p>
<p align="justify">َ<br />
&#8220;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),  bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo&#8217;a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.&#8221;<br />
Wallahu a&#8217;lam</p>
<br />Authored by <a href="http://chosyi.edublogs.org">Muhammad Khosyi'in</a>. Hosted by <a href="http://edublogs.org">Edublogs</a>.<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fchosyi.edublogs.org%2F2007%2F04%2F18%2Fpuasa-ramadhan%2F';
  addthis_title  = 'Mengapa+Doa+Kita+Seperti+tidak+dikabulkan%3F';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chosyi.edublogs.org/2007/04/18/puasa-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sugeng Rawuh&#8230;</title>
		<link>http://chosyi.edublogs.org/2006/10/05/hello-world/</link>
		<comments>http://chosyi.edublogs.org/2006/10/05/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Oct 2006 02:39:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Khosyi'in</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Unissula]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alikum Wr. Wb.
Selamat datang di blog-nya mas chosyi muhammad&#8230; untuk bisa beraktivitas di perkuliahan.. anda bisa masuk di http://sinau.unissula.ac.id/, silahkan untuk meng-upload materi kuliah di sana.. bebas&#8230; bas&#8230; bas&#8230; syaratnya cuma anda musti punya user id.. ok..
Wassalam&#8230;
Mas Chosyi Muhammad
Authored by Muhammad Khosyi'in. Hosted by Edublogs.
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fchosyi.edublogs.org%2F2006%2F10%2F05%2Fhello-world%2F';
  addthis_title  = [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alikum Wr. Wb.</p>
<p>Selamat datang di blog-nya mas chosyi muhammad&#8230; untuk bisa beraktivitas di perkuliahan.. anda bisa masuk di <a href="http://sinau.unissula.ac.id/">http://sinau.unissula.ac.id/</a>, silahkan untuk meng-<em>upload </em>materi kuliah di sana.. bebas&#8230; bas&#8230; bas&#8230; syaratnya cuma anda musti punya user id.. ok..</p>
<p>Wassalam&#8230;</p>
<p>Mas Chosyi Muhammad</p>
<br />Authored by <a href="http://chosyi.edublogs.org">Muhammad Khosyi'in</a>. Hosted by <a href="http://edublogs.org">Edublogs</a>.<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fchosyi.edublogs.org%2F2006%2F10%2F05%2Fhello-world%2F';
  addthis_title  = 'Sugeng+Rawuh%26%238230%3B';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chosyi.edublogs.org/2006/10/05/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
