Chosyi Muhammad

Blog untuk berbagi…

Archive for the ‘Artikel Islam’


Terima kasih

Subkhanallah…. Atas Rahmat Allah SWT dan do’a restu temen-temen semua, akhirnya Pernikahanku dengan Dian Ratri Kusumaningrum dapat terlaksana dengan lancar… saya sangat berterima kasih atas kedatangan dan do’a restu semua rekan-rekan semua.. terima kasih juga untuk comment dan ucapannya di millist.. semua sangat-sangat berharga buat saya.. teman-teman adalah karunia yang sangat berharga buat saya… salam hangat dari Istriku tercinta… mudah-mudahan yang belum berkesempatan menyusul segera diberikan hidayah Nya untuk menemukan jalan menuju pelaminan… amien…Salam Hormat,

Muhammad Khosyi’in dan Istri

Photo-photo pernikahan

Hal-hal yang disunahkan pada Anak yang BAru Lahir

Oleh : Nabiel Fuad Almusawa

 

1. diAdzani dan Iqamah :
Masing2 di telinga kanan dan kiri (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Abu Na’im, Ibnu Sunni dan Thabrani, tapi semua haditsnya dha’if) , dalam sebagian sanad-nya disebutkan juga agar dibacakan surat al-Ikhlash.
2. Tahniq :
Yaitu seorang yang shalih mengunyahkan kurma lalu mengoleskannya ke langit2 mulut sang bayi tsb (HR Bukhari Muslim), bisa juga dengan madu. (more…)

Sholat Khusyu’… ??

Secara etimologi (bahasa), al-khusyu’ memiliki makna al-khudhû’ (tunduk). Seseorang dikatakan telah mengkhusyu’kan matanya jika dia telah menundukkan pandangan matanya. Secara terminologi (istilah syar’i) al-khusyu’ adalah seseorang melaksanakan shalat dan merasakan kehadiran Alloh Subhannahu wa Ta’ala yang amat dekat kepadanya, sehingga hati dan jiwanya merasa tenang dan tentram, tidak melakukan gerakan sia-sia dan tidak menoleh. Dia betul-betul menjaga adab dan sopan santun di hadapan Alloh Subhannahu wa Ta’ala. Segala gerakan dan ucapannya dia konsentrasikan mulai dari awal shalat hingga shalatnya berakhir.
Berikut firman Alloh Subhannahu wa Ta’ala tentang sholat yang khusyu’, yang artinya: “Yaitu orang-orang yang khusyu’ didalam sholatnya” (QS: Al-Mu’minun:2). Ayat tersebut ditafsirkan oleh Ibnu Abbâs Radhiallaahu anhu bahwa: “Orang-orang yang khusyu’ adalah orang-orang yang takut lagi penuh ketenangan”. Dan Ali Bin Abi Thalib berkata bahwa ”Yang dimaksud dengan khusyu’ dalam ayat ini adalah kekhusyu’an hati”. (more…)

Menghadirkan Kesalehan Kaffah

Sering kita menjumpai sekelompok orang yang tekun beribadah, bahkan berkali-kali haji misalnya, namun kelihatan tidak memiliki respon postif terhadap kepentingan masyarakat umum, tak tergerak melihat saudara-saudaranya yang lemah tertindas, misalnya. Seolah-olah Islam hanya mengajarkan orang untuk melakukan hal-hal yang dianggapnya menjadi hak Allah belaka. Namun sebaliknya kita juga seringkali menjumpai orang-orang Islam yang sangat concern terhadap masalah kemaslahatan ummat, sangat memperhatikan hak sesamanya, suka membantu dan memiliki sikap sosial yang sangat baik akan tetapi kelihatan begitu mengabaikan “Ibadah Pribadinya” atau lebih ektrim lagi dikatakan sebagai penduduk islam indonesia formalitas (islam KTP). Padahal semuanya tahu tentang ( ( حبل من الله hablun minallah dan ( حبل من التاس ) hablun minan nas, dengan kata lain, seorang manusia harus bisa menempatkan diri sebagai unsur individu maupun sebagai unsur sosial, kesalehan bukan semata saleh dihadapan Allah tapi juga saleh dalam bersosial dan bermasyarakat. (more…)

Mengapa Doa Kita Seperti tidak dikabulkan?

By : Muhammad Khosyi’in

 

Agama kita mengajarkan kita agar sentiasa berdoa kepada Allah. Allah memiliki segalanya. Setiap sesuatu terjadi atas izin dan kehendakNya. Maka kita dianjurkan agar meminta kepada Allah segala sesuatu yang baik, untuk kehidupan kita di dunia ini dan kehidupan kita di akhirat kelak. Hanya orang-orang yang sombong yang tidak mau dan malas berdoa, meminta kepada Allah.
Doa bukanlah bermaksud kita meminta sesuatu dan kemudian duduk memeluk tubuh tanpa melakukan sesuatu apa pun. Akan tetapi doa mestilah disertai dengan usaha. Jika kita berdoa untuk dimasukkan ke dalam Syurga, kita mestilah berusaha dengan amalan-amalan soleh dan menjauhkan diri dari perkara-perkara munkar. Jika kita berdoa agar Allah melimpahkan rezeki kepada kita, kita harus bekerja keras untuk itu. Jika kita berdoa agar Allah memberi lulus ujian sekolah, maka kita harus belajar sungguh-sungguh.
Allah s.w.t mendengar segala permintaan kita. Apa saja yang kita minta pasti akan didengarNya. Dan orang-orang Islam apabila berdoa insya Allah akan dikabulkan oleh Allah, apalagi kalau orang itu beriman dan melakukan banyak amal soleh. Akan tetapi sudah menjadi sunnatullah, bahwa ada doa yang Allah kabulkan dengan cepat, ada doa yang Allah tidak kabulkan dan ada doa yang Allah simpan untuk hari Qiamat nanti atau untuk mengganti kesusahan yang akan mengenai diri kita. Dalam sebuah hadist riwayat imam Ahmad dari Abu Said al-Khudri Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Tidak ada orang muslim yang berdoa meminta kepada Allah s.w.t. dengan doa, dimana didalamnya tidak ada dosa dan ia tidak memutuskan tali silaturrahmi, kecuali Allah akan memberinya antara tiga perkara: pertama Allah menangguhkan permintannya untuk yang akan datang; kedua: Allah menyimpannya untuk kesempatan lain, dan; ketiga: Allah mengalihkan darinya kejelekan dan malapetaka yang mirip dengan permintannya Kadang-kadang kita bertanya, mengapa Allah mengkabulkan permintaan orang-orang kafir sedangkan kita orang-orang yang beriman, kadang-kadang doa kita seolah-olah tidak dikabulkan oleh Allah? Ketahuilah bahwa ada dua kemungkinan mengapa Allah mengkabulkan permintaan hambanya. Pertama karena Dia cinta dan sayang terhadap hamba tersebut. Dan kedua, karena Allah murka terhadap orang tersebut. Sesungguhnya apabila Allah murka terhadap seseorang, ada kalanya Allah akan menambah rezeki seseorang, meningkatkan derajatnya dan mengkabulkan permintaanya. Orang tersebut lalu akan menjadi lebih lalai dari Allah, akan terus tenggelam dengan kenikmatan dunia dan maksiat. Akhirnya Allah akan mencabut nyawanya dalam keadaan dia lalai. Sehingga dia mati dalam keadaan buruk su’ul khatimah. Inilah yang dikatakan ulama sebagai istidraj.
Firman Allah dalam surah Al-An’am, ayat 44: (more…)